Hanurawan (2011) mengemukakan bahwa konflik adalah situasi yang menunjukkan ketidaksesuaian aktivitas, perasaan, tujuan, dan niat di antara pihak-pihak yang ada dalam suatu interaksi sosial.
Berdasar pengertian konflik menurut Hanurawan (2011) maka konflik dalam kelompok adalah situasi yang menunjukkan ketidaksesuaian aktivitas, perasaan, tujuan, dan niat di antara pihak-pihak yang berinteraksi sosial dalam suatu kelompok (konflik intra-kelompok).
Dalam psikologi kelompok, selain konflik yang terjadi dalam kelompok (intra-kelompok) terdapat pula konflik antar-kelompok. Konflik antar-kelompok adalah konflik di antara dua kelompok atau lebih terkait pencapaian tujuan masing-masing kelompok yang berbeda. Contoh dari konflik antar kelompok adalah konflik antara kelompok suporter Arema dan Persebaya.
Sumber:
Hanurawan, F. 2014. Psikologi Kelompok. Serang: FTK Banten Press.

