Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, Meitha Triani Zahara, bersama peserta kegiatan pengabdian di Sanggar Belajar Sri Angkasa, Malaysia.

Psikologi UM – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, Meitha Triani Zahara, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus penelitian di Sanggar Belajar Sri Angkasa, Malaysia. Kegiatan ini berfokus pada penerapan metode Scaffolding berdasarkan teori Zone of Proximal Development (ZPD) yang dikemukakan oleh Lev Vygotsky kepada siswa kelas 4 sekolah dasar. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pendampingan belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap anak sehingga mereka dapat mengembangkan potensi belajarnya secara optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut mendukung terciptanya pendidikan inklusif, meningkatkan akses pembelajaran yang berkualitas, serta memperkuat kemitraan pendidikan antara Universitas Negeri Malang dan Sanggar Belajar Sri Angkasa, Malaysia sebagai bagian dari upaya mewujudkan SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas.

Suasana pembelajaran siswa kelas 4 SD di Sanggar Belajar Sri Angkasa, Malaysia, dalam kegiatan pendampingan berbasis Scaffolding dan Zone of Proximal Development (ZPD).

Kegiatan diawali dengan observasi proses pembelajaran di kelas 4 SD untuk mengetahui karakteristik, kemampuan awal, serta kebutuhan belajar setiap siswa. Berdasarkan hasil observasi tersebut, Meitha menerapkan metode Scaffolding, yaitu pemberian bantuan belajar secara bertahap kepada siswa ketika menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas.

Bentuk bantuan yang diberikan meliputi pemberian petunjuk, contoh penyelesaian, pertanyaan pemantik, diskusi interaktif, hingga umpan balik positif yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.

Selama proses pembelajaran berlangsung, Meitha melakukan pendampingan secara aktif agar siswa mampu menyelesaikan tugas yang awalnya belum dapat mereka kerjakan secara mandiri.

Bantuan tersebut secara bertahap dikurangi ketika siswa mulai menunjukkan peningkatan kemampuan. Pendekatan ini sesuai dengan konsep Zone of Proximal Development (ZPD), yaitu area perkembangan di mana anak mampu mencapai tingkat kemampuan yang lebih tinggi melalui bimbingan dari orang yang lebih kompeten. Selain menjadi bagian dari penelitian akademik, kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian masyarakat yang memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.

Meitha mengamati proses pembelajaran untuk memahami karakteristik, kemampuan awal, dan kebutuhan belajar siswa sebagai dasar pemberian pendampingan.

Baca juga:

Pendampingan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa dalam proses memahami materi dan menyelesaikan tugas secara bertahap.

Penerapan metode Scaffolding memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, komunikasi, dan kemandirian belajar siswa kelas 4 SD. Pendampingan yang dilakukan secara sistematis membantu siswa memahami materi dengan lebih baik serta meningkatkan rasa percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Kegiatan ini juga memperkuat interaksi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih kolaboratif.

Program ini secara nyata mendukung SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan akses pembelajaran yang lebih efektif dan berpusat pada kebutuhan siswa. Pendekatan

Scaffolding mendorong terwujudnya pendidikan inklusif karena setiap anak memperoleh pendampingan sesuai kemampuan belajarnya tanpa adanya perbedaan perlakuan. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kemitraan pendidikan antara perguruan tinggi dengan sekolah dalam pengembangan metode pembelajaran yang inovatif serta berkontribusi terhadap peningkatan kesetaraan pendidikan melalui pemanfaatan sumber daya pendidikan yang dimiliki oleh mahasiswa dan guru.

Meitha menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kesempatan bagi Meitha untuk mengimplementasikan teori psikologi perkembangan secara langsung dalam dunia pendidikan. Menurut Meitha, penerapan metode Scaffolding berdasarkan teori Vygotsky tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga melatih Meitha dalam memahami karakteristik perkembangan anak serta menerapkan strategi pembelajaran yang efektif di lingkungan sekolah

Meitha memfasilitasi siswa untuk memahami materi sekaligus mendorong mereka mengembangkan kemampuan belajar secara lebih mandiri.

Pemberian apresiasi melalui hasil kuis menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus mendorong motivasi dan kepercayaan diri siswa dalam belajar.

Pewarta: Meitha