Foto bersama Dosen Fakultas Psikologi UM dengan Masyarakat Mitra 

Psikologi UMLingkungan RT 05/RW 10 Perumahan Graha Gilang Purnama, yang dihuni oleh 52 kepala keluarga (KK), selama ini menghadapi masalah umum pada kawasan padat hunian, yaitu keterbatasan lahan untuk pengelolaan limbah/sampah. Kondisi tersebut menyebabkan sampah organik rumah tangga tidak terkelola secara optimal dan saluran air hujan kerap meluap ke jalanan akibat minimnya area resapan. Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Pengabdian Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi program pembuatan lubang biopori pada Minggu, 14 Juni 2026, bertempat di rumah salah satu warga RT 05/RW 10 setempat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan lingkungan di tingkat perumahan melalui pembuatan lubang resapan biopori. Selain berfungsi sebagai sarana pengelolaan limbah organik rumah tangga, lubang biopori juga mampu menurunkan risiko genangan air saat hujan hingga 30%, sekaligus memperbaiki kualitas tanah dan tata air di lingkungan permukiman padat penduduk. Secara lebih luas, kegiatan ini juga bermanfaat untuk menumbuhkan kesadaran kolektif warga dalam mengelola sumber daya lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.

Mochammad Sa’id, M.Si. Dosen Fakultas Psikologi UM menyampaikan materi 

Kegiatan dilakukan mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB dengan proses pelaksanaan yang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama, tim pelaksana memberikan sosialisasi dan materi mengenai manfaat ekologis lubang biopori serta teknis pembuatan yang benar. Tahap kedua, dilakukan penyerahan simbolis alat-alat pendukung, meliputi pipa biopori dan bor biopori, kepada Ketua RT, serta pembagian alat-alat kepada para peserta. Tahap ketiga merupakan inti dari program dimana para peserta mempraktikkan langsung pembuatan lubang dengan menggunakan linggis dan bor biopori di area halaman rumah.

Baca juga:

Selama proses pengabdian, sebanyak 14 warga hadir dan berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi diskusi interaktif hingga praktik penanaman biopori. Setiap peserta yang hadir mendapatkan satu unit pipa biopori untuk ditanam di halaman rumah mereka. Pada sesi praktik kolektif, tim mengawasi proses pembuatan 6 lubang biopori secara langsung oleh warga. Sementara itu, peserta lainnya berkomitmen untuk menyelesaikan pemasangan secara mandiri di rumah masing-masing.

Kegiatan ini mendukung SDGs ke-11 melalui pengelolaan limbah berbasis biopori dan penguatan peran komunitas, yang turut membangun ketahanan lingkungan skala mikro sebagai fondasi komunitas berkelanjutan. Meskipun demikian, pelaksanaan di lapangan menghadapi kendala teknis karena mayoritas halaman dan jalan adalah paving, sehingga proses penggalian dan pengeboran membutuhkan waktu serta tenaga ekstra. Namun, berkat antusiasme warga dan dukungan sigap Ketua RT, kegiatan secara keseluruhan tetap berjalan lancar. Ke depan, disarankan agar program serupa dilengkapi dengan alat berat portabel yang lebih adaptif terhadap lahan berpaving guna meningkatkan efisiensi, serta memperluas jangkauan partisipasi ke RT lain dan mengadakan monitoring berkala agar lubang biopori terawat dengan baik, sehingga tercipta ekosistem permukiman yang lebih hijau dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Mochammad Sa’id, ketua tim pengabdian yang sekaligus dosen Fakultas Psikologi UM, menyampaikan, “Meskipun belum bisa mencapai seluruh warga perumahan, tapi insyaAllah ini bisa menjadi langkah awal kita untuk menjadi contoh yang positif dalam pengelolaan sampah di lingkungan perumahan”. Harapannya, semangat positif ini akan terus berlanjut dan menjadi pemicu bagi warga lain untuk turut mewujudkan lingkungan yang sehat dan lestari.

Pewarta: Ikhwanul Ihsan Armalid, S.Tr.Sos., M.Psi 

Penulis: Ikhwanul Ihsan Armalid, S.Tr.Sos., M.Psi