Kolaborasi Riset TAM Berbasis Bayesian: Mengukur Peran Kepemimpinan digital dan Kesiapan Penerimaan Teknologi Mahasiswa Tiga Kota di Era VUCA

by | Jun 4, 2026 | Berita

Tim peneliti dari ITS, UM, dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tengah serius menganalisis hasil pemodelan TAM berbasis pendekatan Bayesian untuk mengukur kesiapan teknologi mahasiswa.

Psikologi UM – Sebuah kolaborasi riset strategis diluncurkan oleh tim peneliti dari Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, dan Universitas Negeri Malang (UM Malang). Kegiatan yang berfokus pada pengembangan Technology Acceptance Model (TAM) berbasis pendekatan Bayesian ini melibatkan puluhan mahasiswa dari ketiga perguruan tinggi sebagai responden dan mitra validasi. Tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengukur kesiapan penerimaan teknologi mahasiswa serta Perceived Digital Leadership (persepsi terhadap kepemimpinan digital) para pemimpin pendidikan tinggi dalam mendorong transformasi sistem pembelajaran digital di tengah tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Riset ini memandang data secara natural tanpa memaksakan asumsi distribusi tertentu. Tim peneliti terdiri dari Prof. Dr. Nur Iriawan, M.Ikom, Ph.D. (Statistika ITS), Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Ph.D. (Fakultas Psikologi, UM Malang), serta Dr. Elok Fitriani Rafikasari, M.Si. (Dosen Ekonomi Syariah dan Statistika, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung).

Baca juga:

Kolaborasi erat antara Prof. Nur Iriawan (ITS), Ninik Setiyowati (UM), dan Dr. Elok Fitriani Rafikasari (UIN Tulungagung) dalam menginisiasi riset strategis kepemimpinan digital demi mendukung pencapaian SDGs 4 di Indonesia.

Deskripsi Aktivitas: Berbeda dengan pendekatan klasik yang sering memaksakan pola data ke dalam distribusi normal, tim peneliti menggunakan metode Bayesian yang memandang data apa adanya — secara natural, lengkap dengan ketidakpastiannya. Proses riset dilakukan dengan menguji model penerimaan teknologi (TAM) pada mahasiswa dari tiga kota berbeda: Surabaya, Tulungagung, dan Malang. Masing-masing kelompok mahasiswa menggunakan platform pembelajaran daring yang terintegrasi dengan sistem kampus mereka. Tim dari Universitas Negeri Malang melalui Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Ph.D. memperkenalkan variabel unggulan yaitu Perceived Digital Leadership — persepsi mahasiswa terhadap kepemimpinan digital para pemimpin pendidikan tinggi (seperti rektor, dekan, ketua program studi) dalam hal visi digital, komunikasi transformasi, dukungan infrastruktur, serta keteladanan dalam menggunakan teknologi. Variabel ini diintegrasikan ke dalam kerangka TAM untuk melihat seberapa besar pengaruh kepemimpinan digital terhadap persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use), persepsi kegunaan (perceived usefulness), sikap terhadap penggunaan (attitude toward using), hingga intensi perilaku (behavioral intention to use) mahasiswa. Analisis Bayesian memungkinkan para peneliti untuk memperbarui (update) keyakinan awal model setiap kali data baru masuk, sehingga menghasilkan inferensi yang lebih akurat mengenai tingkat kesiapan penerimaan teknologi mahasiswa dan bagaimana persepsi mereka terhadap kepemimpinan digital di institusinya masing-masing. Prof. Dr. Nur Iriawan selaku profesor statistika ITS menekankan bahwa pendekatan ini memberikan fleksibilitas luar biasa dalam menangkap heterogenitas respons mahasiswa dari berbagai latar belakang budaya akademik.

Dampak Aktivitas dan Kontribusinya terhadap SDGs: Riset ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pencapaian SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) , khususnya pada target 4.4 tentang peningkatan keterampilan teknologi untuk mendukung pendidikan yang relevan di era digital, serta target 4.7 tentang kepemimpinan dan tata kelola pendidikan yang transformatif. Dengan menghasilkan model pengukuran kesiapan penerimaan teknologi dan Perceived Digital

Leadership yang lebih komprehensif dan tidak bias secara geografis, riset ini membantu universitas di seluruh Indonesia dalam mengevaluasi sejauh mana mahasiswa siap mengadopsi sistem pembelajaran digital. Hasil pengujian dari tiga kota berbeda (Surabaya, Tulungagung, Malang) memberikan gambaran yang lebih utuh tentang faktor-faktor psikologis dan institusional yang mempengaruhi keberhasilan transformasi digital di pendidikan tinggi. Dengan demikian, kebijakan peningkatan kualitas pembelajaran dapat disusun secara lebih tepat sasaran — baik dari sisi pelatihan literasi digital bagi mahasiswa maupun pengembangan kapasitas kepemimpinan digital bagi para pemimpin institusi. Riset ini juga sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

“Pendekatan Bayesian dalam riset TAM ini memungkinkan kita mengukur kesiapan penerimaan teknologi mahasiswa sekaligus persepsi mereka terhadap kepemimpinan digital secara lebih jujur dan natural, tanpa rekayasa asumsi. Hasilnya akan lebih mencerminkan realitas sesungguhnya di era VUCA, sehingga kita bisa merancang kebijakan pendidikan yang benar-benar berpihak pada mahasiswa,” ujar Prof. Dr. Nur Iriawan, M.Ikom, Ph.D. dari Statistika ITS. Senada dengan itu, Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi, Psikolog, Ph.D. dari Fakultas Psikologi UM Malang menyampaikan, “Kami memasukkan variabel Perceived Digital Leadership karena kami meyakini bahwa persepsi mahasiswa terhadap kepemimpinan digital para pemimpin pendidikan tinggi sangat menentukan sejauh mana mereka siap menerima teknologi baru. Pemimpin yang visioner secara digital akan menumbuhkan kepercayaan dan kenyamanan mahasiswa dalam mengadopsi sistem pembelajaran daring. Ini adalah jembatan antara kebijakan di tingkat atas dan penerimaan di tingkat bawah untuk mewujudkan pendidikan berkualitas.” Ke depan, tim berharap riset kolaboratif ini dapat diperluas ke lebih banyak universitas di seluruh Indonesia. “Kami ingin hasil riset ini menjadi rujukan nasional untuk mengukur kesiapan penerimaan teknologi dan efektivitas kepemimpinan digital di dunia pendidikan tinggi. Semoga kontribusi kecil ini membantu percepatan pencapaian SDGs 4 di Indonesia,” pungkas Dr. Elok Fitriani Rafikasari, M.Si. dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Pewarta: Ninik Setiyowati, Ph.D