Kuliah Tamu Fakultas Psikologi UM: Prof. Nazri Ajak Mahasiswa untuk Memahami Kebutuhan Masyarakat

by | May 14, 2025 | Berita

Prof. Dr. Mohd Nazri Bin Abdul Rahman menyampaikan materi bertema “Early Childhood, Family, Preschool and Community Smart Pathology” di Aula B7 Fakultas Psikologi UM.

Psikologi UM – 6 Mei 2025, Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Negeri Malang kembali mengadakan Co-Teaching dengan mendatangkan pakar dari luar negeri. Kali ini, Prof. Dr. Mohd Nazri Bin Abdul Rahman selaku dosen dari Universiti Malaya dengan membawakan tema ”Early Childhood, Family, Preschool and Community Smart Pathology”. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Gedung B7 FPsi ini dihadiri oleh para mahasiswa S1 Psikologi UM. 

Pada era dengan mobilitas kerja yang sangat cepat ini, seseorang perlu memiliki keterikatan dengan suatu kelompok. Seorang mahasiswa tidak bisa hanya mengandalkan ijazah mereka ketika mencari pekerjaan. Suatu perusahaan akan melihat kemampuan serta pengalaman dari calon pekerja. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan akademiknya, tetapi juga mengasah soft skill untuk menambah pengalaman.

ASSOCIATE PROF. DR. MOHD NAZRI BIN ABDUL RAHMAN

Prof. Nazri juga mengajak mahasiswa untuk peka terhadap masalah-masalah dasar, seperti pendidikan. Beliau memberikan contoh jika ada beberapa kelompok manusia yang tinggal di perbatasan Indonesia, Malaysia yang juga terkadang tinggal di Filipina dan mereka tidak memiliki dokumen. Mereka tidak memiliki identitas diri, tidak diketahui sebagai warga negara mana, sehingga banyak dari anak-anak tidak bisa bersekolah. Kasus seperti ini perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut karena pendidikan merupakan hal mendasar yang sangat penting.

Baca juga:

Dalam kasus lain yang sering terjadi di Indonesia juga Malaysia adalah ketika melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata). Masalah ini adalah program yang dikerjakan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Tujuan awal mahasiswa yang ingin membantu masyarakat dapat berubah menjadi hal yang tidak diinginkan atau bahkan merugikan masyarakat apabila mahasiswa tidak mengetahui kebutuhan masyarakat.

Untuk menentukan kegiatan atau aktivitas yang sesuai dalam suatu kelompok, maka pembuat aktivitas harus mengetahui kekurangan dan juga dibutuhkan oleh kelompok tersebut. Selain itu, hal yang juga perlu diperhatikan adalah konsep kerja sama dalam kelompok. “Perlu bergabung, tetapi juga perlu seiring,” ujar Prof. Hazri. Beliau mengingatkan jika bekerja dalam suatu kelompok tidak serta merta mengerjakan proyek dengan banyak orang, tetapi tiap-tiap orang tersebut perlu memiliki tujuan yang sama.

Kegiatan ini diakhiri dengan mahasiswa yang diminta untuk memberikan ide aktivitas yang bisa dilakukan sesuai dengan pedagogi. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa lebih sering turun ke lapangan untuk melakukan observasi kebutuhan masyarakat.

Pewarta: LILA ALMIRA DAMAYANTI (Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia)