ICoPsy 2025: Aksi Nyata Psikologi untuk SDGs melalui Inovasi Mental Health Anak, Dunia Kerja, dan Teknologi Edukatif

by | Jun 19, 2025 | Berita

Sesi Pembuka oleh Dr. Amira Najiha
Dr. Amira dari University of Malaya memulai konferensi dengan membahas peran pengasuhan di era digital terhadap kesehatan mental anak.

Psikologi UM – Malang, 14 Juni 2025 – Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan International Conference of Psychology (ICoPsy) yang dilaksanakan secara hybrid dengan mengangkat tema Mental Health for Sustainable Futures: Mental Health for Sustainable Futures: Integrating Psychology, Technology, and Global Development Goals. Kegiatan ini memadukan sesi luring di Aula lt. 9 Graha Rektorat Universitas Negeri Malang dan sesi daring melalui Zoom serta live streaming YouTube. Acara ini berhasil menjaring lebih dari 300 peserta dari universitas di dalam dan luar negeri, menjadikannya kegiatan bertaraf internasional yang berdampak luas dalam pengembangan ilmu psikologi.

Konferensi ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan akademis dan praktik psikologi melalui paparan para pakar internasional dan kolaborasi lintas institusi. Peserta terdiri dari akademisi (dosen), mahasiswa, hingga praktisi.

Dr. Amira Najiha binti Yahya

Sesi pertama dibuka oleh Dr. Amira Najiha binti Yahya, pakar psikologi perkembangan dari University of Malaya, Malaysia. Beliau menyampaikan pentingnya peran pengasuhan di era digital dalam membentuk kesehatan mental anak. Paparannya menyoroti tantangan dan strategi pengasuhan yang adaptif terhadap dinamika teknologi saat ini.

Dilanjutkan pada sesi kedua, Ninik Setiyowati, Ph.D dari Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang. Beliau menekankan pentingnya kepemimpinan transformasional dalam membangun kesehatan mental di lingkungan kerja. Dengan pendekatan berbasis riset, beliau menunjukkan bagaimana gaya kepemimpinan dapat berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis para pekerja.

Ninik Setiyowati, Ph.D

Dagna Kocur, Ph.D

Sesi ketiga dibawakan oleh Dagna Kocur, Ph.D dari University of Silesia in Katowice, Polandia. Ia memaparkan topik menarik mengenai displaying affection dalam hubungan interpersonal. Menurutnya, ekspresi kasih sayang secara aktif berkontribusi terhadap peningkatan emosi positif, penguatan kualitas hubungan, dan pembentukan kelekatan yang sehat.

Baca juga:

Sebagai penutup sesi pleno, Prof. Sylvester Arnab dari Coventry University, Inggris, memberikan perspektif baru terkait pemanfaatan teknologi dalam menciptakan permainan edukatif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan resiliensi dan kesejahteraan psikologis pada anak dan remaja.

Prof. Sylvester Arnab dari Coventry University, Inggris

Konferensi ini disambut positif oleh para peserta. Setiap sesi diikuti dengan diskusi dan tanya jawab yang aktif, mencerminkan tingginya minat dan relevansi isu yang dibahas. Para peserta mengapresiasi kesempatan ini sebagai momen pembelajaran lintas budaya dan lintas perspektif akademik.

Setelah sesi pleno, kegiatan dilanjutkan dengan sesi paralel yang membagi peserta ke dalam beberapa ruangan. Dalam sesi ini, para dosen dan mahasiswa dari berbagai institusi mempresentasikan hasil penelitian dan karya ilmiah mereka. Sesi paralel ini menjadi ruang kolaboratif yang memperkaya pengetahuan dan mempererat jejaring akademik lintas negara.

Secara khusus, kegiatan ini berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama:
SDG 3: Good Health and Well-being, melalui tema dan fokus materi pada kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis.
SDG 4: Quality Education, dengan mendorong pertukaran pengetahuan dan akses terhadap riset terkini.

Dengan terselenggaranya konferensi ini, Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menunjukkan komitmennya dalam mendorong kolaborasi internasional dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu psikologi untuk menjawab tantangan zaman. Sehingga melalui konferensi ini dapat menjadi forum riset berkelanjutan yang menghubungkan akademisi, mahasiswa, dan praktisi lintas negara. Serta, konferensi ini dapat menjadi pilar dalam membangun jejaring global dalam bidang psikologi serta mendukung penelitian kolaboratif.

Pewarta: Raissa D.P.