Internasionalisasi Riset Psikologi: Co-Teaching FPsi UM Hadirkan Pakar Psikometri Dunia
FPsi UM – Demi terus meningkatkan kualitas serta mutu pendidikan di Universitas Negeri Malang (UM), Fakultas Psikologi (FPsi) mengadakan Co-Teaching. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, mahasiswa S2 dan S3 FPsi UM sebanyak lebih dari 20 mahasiswa, dengan menghadirkan Prof. Dr. Harris Shah bin Abd. Hamid dari Universiti Malaya. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Psikologi, Dr. Nur Eva, S.Psi, M.Psi.
Pada kesempatan kali ini, materi yang dibawakan adalah Questionnaire Adaptation yang merupakan suatu proses kuesioner agar dapat digunakan secara valid dan reliabel dalam konteks budaya, bahasa, maupun populasi yang berbeda dari versi aslinya. Questionnaire Adaptation ini digunakan dalam proses penelitian yang melingkupi lintas budaya, psikologi, pendidikan, serta ilmu sosial lainnya. Proses ini berfungsi sebagai alat ukur dari satu bahasa atau budaya ke dalam konteks yang berbeda, dengan tetap mempertahankan validitas dan reliabilitas instrumen.
Baca juga:
Expert Sharing Session FPsi UM Bahas HRV dan Biofeedback dalam Praktik Psikologi
Tingkatkan kompetensi mahasiswa, FPsi UM hadirkan kuliah umum tentang penggunaan teknologi HRV. Psikologi UM - Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Expert Sharing Session bertajuk “A Knowledge‑Frontier Session on HRV and Psychological...
Mahasiswa S2 dan Dosen Psikologi UM Dorong SDGs melalui Inovasi R.E.D Card untuk Penguatan Kesehatan Mental Mahasiswa Pejuang Skripsi
Dr. Hanggara Budi Utomo, M.Psi. memberikan materi dalam workshop kesehatan mental untuk membekali mahasiswa PGSD UM regulasi emosi dan motivasi akademik dalam menyelesaikan skripsi. Psikologi UM - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi...
Mengapa perlu mengadaptasi suatu kuesioner? Prof. Dr. Harris Shah bin Abd. Hamid menjelaskan sebagai berikut.
- Produce a translation (menghasilkan terjemahan)
- Produce a different version (menyajikan versi yang berbeda)
- Evaluate a specific psychometric issue (mengevaluasi psikometri tertentu)
- Highlight a novel approach (menyoroti pendekatan baru)
Poin-poin di atas dilakukan agar kuesioner dapat mengandung makna yang setara dalam bahasa dan budaya baru, dapat diterima oleh responden dalam konteks lokal, dan untuk mengukur konstruksi yang sama dengan versi asli. Dalam melakukan Questionnaire Adaptation, tentu saja terdapat tantangan di dalamnya, seperti perbedaan makna kata atau konsep antar budaya, bahasa yang sulit diterjemahkan, dan konteks sosial dan budaya yang berbeda.
Partisipan dalam kuliah tamu ini tidak hanya menerima dan mendengarkan materi yang disampaikan oleh Prof. Harris, tetapi di dalam kelas juga dilakukan diskusi kelompok, sesi tanya jawab, berbagi pengalaman saat melakukan penelitian, dan mengisi kuesioner. Melalui kegiatan ini, Prof. Harris berharap untuk dosen dan para mahasiswa agar dapat menulis artikel dan juga mempublikasikannya dalam ranah yang lebih luas.
Pewarta: LILA ALMIRA DAMAYANTI (Mahasiswa S1 Bahasa dan Sastra Indonesia)






