Untuk Anak-Anak Indonesia di Perantauan” 🇮🇩 Program ini khusus untuk anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia, menciptakan dampak positif dalam komunitas. 🤝🌟 #AnakHebatIndonesia #PsikoedukasiMalaysia
Psikologi UM – Kuala Lumpur, 9 Agustus 2024 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan memberantas perilaku bullying di kalangan anak-anak, sebuah program psikoedukasi dengan tajuk “Psikoedukasi Anti-Bullying untuk Mencegah Tindakan Bullying pada Anak-Anak dari Pekerja Migran Indonesia di Malaysia” sukses diselenggarakan di Sanggar Bimbingan Sentul, Kuala Lumpur. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, dari tanggal 5 hingga 9 Agustus 2024, dan berhasil mengedukasi serta menginspirasi puluhan anak-anak usia sekolah dasar yang sebagian besar merupakan anak-anak pekerja migran Indonesia.
Program ini diinisiasi oleh Fakultas Psikologi Universitas Malang (UM) dengan tim pelaksana yang dipimpin oleh Mochammad Sa’id, S.Psi., M.Si., seorang dosen yang memiliki pengalaman luas di bidang psikologi anak dan pendidikan. Beliau tidak bekerja sendirian, melainkan didampingi oleh empat mahasiswa Fakultas Psikologi UM yang juga berperan aktif dalam kegiatan ini, yaitu Frisca Aulia, Laila Nur Indahyati, Roni Setiawan, dan Nur Hafif.
Dalam program ini, anak-anak diajak untuk mengenali berbagai bentuk bullying, baik verbal maupun non-verbal, serta dampak negatifnya terhadap diri mereka dan orang lain. Setiap harinya, tim pelaksana menyampaikan materi yang disesuaikan dengan usia anak-anak, menggunakan metode yang interaktif dan menyenangkan. Misalnya, melalui permainan kata-kata positif, anak-anak dilatih untuk saling memberikan pujian kepada teman-temannya, sehingga memperkuat hubungan sosial dan mencegah munculnya perilaku bullying.
Frisca Aulia: Inspirasi dan Semangat Baru! 🌟 Dengan dedikasi dan kreativitasnya, Frisca menghidupkan setiap sesi psikoedukasi, membuat anak-anak semakin antusias belajar. 🎉❤️ #PemimpinMuda #InspirasiAntiBullying
Selain itu, pada hari keempat, anak-anak diajak untuk menyanyikan lagu anti-bullying, yang tidak hanya membuat mereka bersemangat, tetapi juga memperkuat pesan tentang pentingnya menghormati dan menjaga perasaan orang lain. Hari terakhir ditutup dengan pemutaran film pendek yang mengangkat tema bullying, memberikan gambaran nyata kepada anak-anak tentang bagaimana bullying dapat merusak kehidupan seseorang, serta pentingnya untuk berdiri melawan bullying.
Baca juga:
Expert Sharing Session FPsi UM Bahas HRV dan Biofeedback dalam Praktik Psikologi
Tingkatkan kompetensi mahasiswa, FPsi UM hadirkan kuliah umum tentang penggunaan teknologi HRV. Psikologi UM - Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Expert Sharing Session bertajuk “A Knowledge‑Frontier Session on HRV and Psychological...
Mahasiswa S2 dan Dosen Psikologi UM Dorong SDGs melalui Inovasi R.E.D Card untuk Penguatan Kesehatan Mental Mahasiswa Pejuang Skripsi
Dr. Hanggara Budi Utomo, M.Psi. memberikan materi dalam workshop kesehatan mental untuk membekali mahasiswa PGSD UM regulasi emosi dan motivasi akademik dalam menyelesaikan skripsi. Psikologi UM - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) berkolaborasi...
Roni Setiawan: Ide Brilian di Setiap Langkah! 💡Roni membawa ide-ide kreatif ke dalam program ini, memastikan setiap materi disampaikan dengan cara yang menarik dan efektif.
“Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami, terutama melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti setiap sesi. Mereka sangat responsif dan terlihat benar-benar memahami pesan yang kami sampaikan,” ujar Frisca Aulia, salah satu anggota tim pelaksana, setelah kegiatan berakhir.
Nur Hafif: Pembawa Semangat Positif! 🌍
Dengan energi positifnya, Nur Hafif memotivasi anak-anak untuk lebih percaya diri dan berani melawan bullying. 💪🌟 #PemberdayaanAnak #EmpatiDariHati
Para orang tua yang turut hadir juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Mereka berharap agar program-program serupa bisa terus dilaksanakan di masa depan, terutama untuk mendukung perkembangan anak-anak mereka yang tinggal di negeri orang.
Dengan adanya program ini, tim pelaksana berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, baik bagi anak-anak peserta maupun komunitas pekerja migran Indonesia di Malaysia. Mereka percaya bahwa dengan memberikan pemahaman yang baik tentang bullying sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang lebih empati, berani, dan siap menghadapi tantangan sosial dengan cara yang positif.
Pewarta: M Said










