Program Matakuliah Untuk Publik: Self and Identity in Cyberspace dalam Mata Kuliah Psikologi Sibernetika

by | Oct 1, 2024 | Berita

Antusiasme peserta dalam berdiskusi membahas pengaruh teknologi terhadap identitas diri. Keterlibatan aktif dari mahasiswa S2 dan guru-guru SD Insan Amanah menunjukkan sinergi positif antara akademik dan praktik! 💬🤝 #PembelajaranBersama #SDGs

Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM) kembali menyelenggarakan Program Matakuliah Untuk Publik yang menjadi bagian dari upaya untuk memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat. Kali ini, program tersebut difokuskan pada mata kuliah Psikologi Sibernetika yang diampu oleh Dr. Nur Eva, M.Psi. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 22 dan 29 September 2024 ini dihadiri oleh mahasiswa S2 Psikologi Fakultas Psikologi UM dan para guru dari SD Insan Amanah Kota Malang.

Dalam dua pertemuan ini, materi utama yang dibahas adalah mengenai Self and Identity in Cyberspace. Topik ini menjadi sangat relevan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, di mana interaksi manusia dengan dunia maya semakin kompleks dan intens. Dr. Nur Eva menjelaskan bahwa identitas di dunia siber memiliki dimensi yang berbeda dibandingkan dengan identitas di dunia nyata. Pengguna media sosial, misalnya, sering kali memodifikasi dan menyesuaikan citra diri mereka agar sesuai dengan harapan sosial atau bahkan untuk menciptakan identitas baru yang berbeda dari diri mereka sebenarnya.

Menghadapi Cyberbullying: Memahami Dampak Negatif Dunia Maya terhadap Identitas dan Harga Diri”
Pentingnya edukasi tentang bahaya cyberbullying dalam menjaga kesehatan mental dan identitas diri, khususnya bagi anak-anak dan remaja di era digital.

Selain itu, topik ini juga menyoroti bagaimana perubahan dalam konsep diri dapat mempengaruhi hubungan interpersonal dan psikologis individu di dunia maya. Terkait fenomena ini, banyak diskusi yang mengangkat isu seperti kecenderungan pencitraan diri yang tidak autentik, hingga dampak negatif dari cyberbullying terhadap identitas dan harga diri seseorang. Para peserta antusias dalam mengupas berbagai fenomena yang dialami oleh masyarakat, terutama anak-anak dan remaja yang tumbuh di era digital ini.

Melalui diskusi interaktif antara mahasiswa dan guru, peserta mendapatkan wawasan baru mengenai bagaimana individu membentuk dan memelihara identitas diri mereka di ruang digital, serta bagaimana dinamika ini bisa berdampak pada psikologis seseorang, baik positif maupun negatif. Sebagai guru, peserta dari SD Insan Amanah juga menggali lebih dalam tentang pentingnya mendampingi siswa dalam proses pembentukan identitas di dunia maya, mengingat anak-anak sekolah dasar sudah mulai terpapar internet dan media sosial.

Baca juga:

Program ini tidak hanya berfokus pada pengembangan pengetahuan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap beberapa Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan oleh PBB. Salah satu pencapaian SDGs yang terwujud dalam kegiatan ini adalah SDG 4: Quality Education, di mana kegiatan ini memperkuat akses terhadap pendidikan yang inklusif dan berkualitas, tidak hanya untuk mahasiswa tetapi juga untuk masyarakat luas, seperti guru. Dengan melibatkan berbagai pihak, Fakultas Psikologi UM berhasil menjembatani jurang antara pendidikan formal dan pengembangan profesional, memberikan kesempatan bagi para guru untuk mendapatkan pengetahuan terbaru yang relevan dengan profesi mereka.

Pembentukan Diri di Dunia Maya: Wawasan Baru bagi Guru dan Mahasiswa”
Interaksi produktif dalam memahami bagaimana teknologi memengaruhi konsep diri siswa di era digital.

Selain itu, program ini juga mendukung SDG 10: Reduced Inequalities, di mana pembelajaran ini memungkinkan akses pengetahuan yang lebih merata antara mahasiswa dan para guru dari berbagai latar belakang. Diskusi mengenai peran teknologi digital dalam pembentukan identitas diri juga relevan dalam upaya mengurangi ketimpangan akses informasi dan pemahaman mengenai tantangan dunia digital.

Tujuan utama dari Program Matakuliah Untuk Publik ini adalah untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pembelajaran di lingkungan Fakultas Psikologi UM. Dengan adanya partisipasi aktif dari guru-guru SD dalam diskusi akademik tingkat lanjut, program ini berhasil menciptakan sinergi yang positif antara dunia akademik dan praktisi di lapangan.

Manfaat dari program ini sangat dirasakan oleh peserta, di mana mereka mendapatkan insight baru dan wawasan yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan mereka sebagai pendidik. Guru-guru dari SD Insan Amanah, misalnya, memperoleh perspektif baru tentang bagaimana perkembangan teknologi dan dunia maya mempengaruhi proses pembentukan identitas siswa mereka, yang tentu sangat berguna dalam proses mendampingi anak-anak di era digital ini.
Secara keseluruhan, program ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran yang bermanfaat, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengurangan ketimpangan dalam akses pengetahuan, sejalan dengan target pencapaian SDGs.

Dr. Nur Eva, M.Psi, memaparkan wawasan mendalam tentang ‘Self and Identity in Cyberspace’ dalam Program Matakuliah Untuk Publik. Diskusi ini sangat relevan di era digital saat ini! 🌐✨ #FakultasPsikologiUM #PsikologiSibernetika

Pewarta: M Said