Suksesnya Kegiatan Pelatihan Pembangunan Karakter Positif Remaja 2025 di Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang

by | Jun 5, 2025 | Berita

Bu Dewi Fatmasari Edy membuka pelatihan dengan penuh semangat, mengajak peserta remaja mengenali potensi diri dan menjadi agen perubahan positif.

Psikologi UMMalang, 3 Juni 2025 – Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), Bu Dewi Fatmasari Edy telah berhasil menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pembangunan Karakter Positif Remaja 2025” pada Minggu, 2 Juni 2025 lalu di Aula B7 Fakultas Psikologi UM. Dalam kegiatan pelatihan ini, Bu Dewi berkolaborasi dengan LPPM UM dan Komunitas HaloJiwa, Beliau juga menjadi pemateri dalam kegiatan ini dengan judul materi “Komunitas Berdaya: Membangun Karakter Positif untuk Remaja Indonesia.”

Bu Dewi mengungkap bahwa tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah agar remaja yang menjadi bagian dari sebuah komunitas, dapat menjadi agen perubahan yang memberikan dampak positif bagi komunitasnya maupun lingkungan disekitarnya berdasarkan potensi & kekuatan diri mereka masing-masing. Untuk membuat perubahan yang positif tentunya dimulai dari dalam diri mereka sendiri. Bu Dewi mengajak dan mengarahkan mereka untuk mengenal diri mereka lebih dalam terkait potensi diri serta membangun hubungan yang positif dengan orang-orang disekitar mereka. Tak hanya itu, beliau juga mengajak mereka untuk berpikir lebih kompleks terkait bentuk kontribusi apa yang akan mereka berikan ke komunitas serta lingkungan sekitar mereka.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 13 remaja dengan rentang usia 13-19 tahun. Kegiatan dirancang dalam lima sesi interaktif yang menyenangkan dan aplikatif. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok didampingi oleh 1 fasilitator. Sesi pertama bertajuk “Mengenal Diri dan Potensi,” peserta diajak menggali keunikan diri melalui pembuatan peta diri. Sesi kedua bertajuk “Nilai Karakter Positif,”  Bu Dewi mengajak peserta berdiskusi dengan teman sekelompok untuk menentukan tiga nilai karakter yang paling dipegang teguh oleh diri mereka. Di sesi ini, mereka mendapatkan pengalaman untuk berdiskusi secara aktif dan memperluas wawasan mereka.

Baca juga:

Pendampingan kelompok dengan pendekatan yang ramah dan suportif, menciptakan ruang aman untuk eksplorasi diri.

Di sesi ketiga yang bertajuk “Komunikasi Positif dan Empatik,” Bu Dewi memberikan kesempatan bagi peserta untuk mempraktikkan langsung teknik komunikasi positif, sehingga mereka dapat belajar bagaimana mempertahankan komunikasi yang empatik dan efektif. Sesi keempat bertajuk “Mengelola Emosi dan Tekanan Sosial” peserta diajak untuk mengekspresikan emosi melalui sticky notes sekaligus mempelajari strategi pengelolaannya. Terakhir, kegiatan ditutup dengan sesi kelima “Rancangan Aksi Komunitas Berdaya” dimana peserta merancang kontribusi nyata untuk menciptakan dampak positif di lingkungan mereka. 

Beberapa peserta membagikan pengalaman berharganya dari kegiatan pelatihan ini. Cici mengungkapkan, “Kegiatan ini keren sih, menurut aku keren banget dan semoga aku bisa kesini (Universitas Negeri Malang) lagi.” Najwa yang mengaku awalnya penasaran dengan lingkungan UM karena tertarik kuliah di sana, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan wawasan baru tentang pengelolaan emosi.

Foto bersama di akhir kegiatan menjadi penutup penuh makna – simbol awal dari langkah nyata menjadi remaja berkarakter positif.

Sementara Arin merasa kegiatan ini membantunya memahami diri sendiri dan cara berkomunikasi yang lebih positif. Mereka juga mengungkapkan bahwa motivasi mereka untuk mengikuti kegiatan ini berawal dari rasa bosan dirumah dan rasa penasaran terhadap kegiatan ini. Tentunya, kedua perasaan tersebut terbayarkan dengan sepadan karena mereka benar-benar belajar banyak hal baru yang positif dan berguna bagi mereka. Selain itu, kegiatan ini benar-benar disusun dengan menyenangkan dan santai. Terdapat games serta tantangan di sela-sela sesi sehingga tetap mempertahankan antusiasme peserta. Panitia juga memberikan hadiah bagi peserta yang berhasil memenangkan games, berani mengungkapkan pendapat, dan menyelesaikan tantangan. Peserta tak hanya membawa pulang pelajaran yang berarti tetapi juga euforia yang membuncah di hati.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga melatih remaja untuk mengoptimalkan potensi diri, berkomunikasi dengan empati, serta berkontribusi aktif di komunitas. Diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberdayakan komunitas dan lingkungan sekitarnya.

Pewarta: Nadiyanti Centrina Alifah Setiyawan (Mahasiswa S1 Psikologi)